Senin, 30 Januari 2012

DAILY PHOTO PALEMBANG CITY

AMPERA
Tahun 1970-an dan yang unik dari poto ini adalah perahu keteknya yang masih memakai kayuh tanpa mesin.  



RUMAH DIPINGGIR SUNGAI MUSI

Zaman dulu rumah-rumah khas Palembang (limas) juga banyak berada di tepi sungai Musi seperti tampak pada gambar ini.



PALEMBANG TAHUN 70AN

Wajah kota antara tahun 1970-1975, tampak mobil angkutan kota masih menggunakan Ford, Jeef Willis, kemudian Tengkuruk permai belum ada, dan lihat Jembatan Ampera swaat itu masih sepi.

DUKU

Duku, salah satu tanaman yang banyak tumbuhdi sekitar Palembang seperti di OKI dan Komering, di luar Palembang orang mengenal dengan duku Palembang. Sekarang buah ini sudah mulai terlihat di pasar-pasar Palembang  dan didaerah-daerah lain nya....

7 ULU


Bawah Ampera di bagian Ulu dibenahi untuk dijadikan taman indah tempat ruang publik di Seberang Ulu. Dulu tempat ini pernah jadi terminal angkutan dari luar kota, kemudian berubah menjadi kios-kios yang semula untuk penjual buah tapi kejadiannya berubah menjadi penjualan pakaian bekas, kios berang mainan anak, perlengkapan pertanian yang akhirnya menyebabkan tempat ini terbakar. Sekarang dibersihkan dan dijadikan taman dan dilewati oleh angkutan TransMusi. Semoga bermanfaat bagi warga Seberang Ulu dan sekitarnya,

TRAN MUSI


Beberapa rute ramai TransMusi seperti Plaju-PS dan Ampera-KM12 selalu padat penumpang sehingga para penumpangnya disamping lama menunggu, pas ada busnya juga penumpang harus bersempit-sempit ria dan bergelantungan, ini menunjukkan kurangnya armada. Semoga cepat teratasi dan terlaksana juga penambahan jalur seperti ke arah Pusri.

PASAR 16


Pasar 16 Ilir, Sunai Musi dan Angkutan khas Sunai Musi



MENANTI KETEK


Menenti "Ketek" perahu pengangkut untuk menyeberang dari seberang Ulu ke seberang Ilir

KAPAL MARIE


sejenis Kapal Angkut pada zaman kolonial sampai Ampera selesai dubuat, kapal ini menggunakan roda bagian belakang hingga waktu itu juga disebut kapal roda lambung. Konon kapal ini juga populer di Sungai Missisippi.
 SUNGAI MUSI


Kapal Segentar Alam tengah melintasi Sungai Musi Palembang

OMBAK MUSI



Obak sungai Musi tampak indah, tapi ombak ini tidak banyak ditimbulkan oleh angin tapi oleh kapal, speed boat dan ketek dan angkutan sungai lainnya 


MOBIL NAIK PERAHU

Kejadian ini saya abadikan ketika saya melintasi sungai Musi, dari jauh sudah kelihatan kapal ini akan berlintasan dengan kami, dan benar sebuah mobil ditauh melintang diatas kapal yang tidak terlalu besar, entah kenapa dan bagaimana orang menaikkan mobil ini keatas perahu ini. Dan juga saya tidak tahu dari mana mau kemana mobil i ni dibawa.

CAP GO MEH

Kapal Pengangkut
Suasana dalam Kapal
Pulau Komaro yang dituju
Merapat

Antri Keluar Kapal

Penuh sesak di Dermaga

Disambut Penjual Bunga

Mengikuti prosesi perjalanan ke Pulau Komaro pada hari Minggu, 8 Februari 2008. Di mulai dari Dermaga 16 Ilir menaiki sebuah kapal tongkang besar yang bisa mengangkut ratusan penumpang, kapal ini disediakan gratis dari pengusaha-pengusaha chines. Kapal tersedia di dermaga 16 Ilir(kapal yang agak kecil) dan Dermaga Garam (kapal yang besar). Kami menaiki kapal dari dermaga 16 Ilir dengan penumpang mencapai 300 orang, dalam perjalanan kami dihibur oleh organ tunggal dengan musik lagu khas chines dan beberapa lagu Jazz, selama perjalanan tidak membosankan karena semua penumpang tampak senang dan gembira. Disini disediakan tempat duduk dari kursi plastik dan ada juga yang terpaksa berdiri karena kursinya penuh. Disela-sela penumpang kapal ada juga gadis dan ibu-ibu memakai jilbab, artinya pulau Komaro yang dituju bukan hanya sebagai tujuan beribadah tapi juga dimanfaatkan sebagai tujuan wisasta.


KARET


Salah satu komoditi yang dihasilkan oleh propinsi Sumsel adalah karet, karet di export ke berbagai negara terutama Amerika, kemudian di negara lain karet ini diolah lagi menjadi barang yang sangat berharga bahkan hasil olahan itu dikirim lagi ke negara kita dengan harga berkali lipat dari bahan mentah.
 #sumber :http://kotapalembang.blogspot.com











Tidak ada komentar:

Posting Komentar